Custom Search
Showing posts with label Investasi. Show all posts
Showing posts with label Investasi. Show all posts

Jan 27, 2009

Cantik vs Kaya

Sebuah analogi menarik tentang hal yang bisa kita investasikan...

=============

Seorang gadis muda dan cantik, mengirimkan surat ke sebuah majalah terkenal, dengan judul: "Apa yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan pria kaya?"

Saya akan jujur, tentang apa yang akan coba saya katakan di sini. tahun ini saya berumur 25 tahun. Saya sangat cantik, mempunyai selera yang bagus akan fashion. Saya ingin menikahi seorang pria dengan penghasilan minimal $500ribu/tahun. Anda mungkin berpikir saya matre, tapi penghasilan $1juta/tahun hanya dianggap sebagai kelas menengah di New York .

Persyaratan saya tidak tinggi. apakah ada di forum ini mempunyai penghasilan $500ribu/tahun? apa kalian semua sudah menikah? yang saya ingin tanyakan:

Apa yang harus saya lakukan untuk menikahi orang kaya seperti anda? Yang terkaya pernah berkencan dengan saya hanya $250rb/tahun. Bila seseorang ingin pindah ke area pemukiman elit di City Garden New York , penghasilan $ 250rb/tahun tidaklah cukup. Dengan kerendahan hati, saya ingin menanyakan:
  • Dimana para lajang2 kaya hang out?
  • Kisaran umur berapa yang harus saya cari?
  • Kenapa kebanyakan istri dari orang2 kaya hanya berpenampilan standar?
  • Saya pernah bertemu dengan beberapa wanita yang memiliki penampilan tidak menarik, tapi mereka bisa menikahi pria kaya?
  • Bagaimana, anda memutuskan, siapa yang bisa menjadi istrimu, dan siapa yang hanya bisa menjadi pacar?
Si Cantik

++++++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++++

Inilah balasan dari seorang pria yang bekerja di Finansial Wall Street :

saya telah membaca surat mu dengan semangat. saya rasa banyak gadis2 di luar sana yang mempunyai pertanyaan yang sama. ijinkan saya untuk menganalisa situasi mu sebagai seorang profesional. Pendapatan tahunan saya lebih dari $500rb, sesuai syaratmu, jadi saya harap semuanya tidak berpikir saya main2 di sini. dari sisi seorang bisnis, merupakan keputusan salah untuk menikahimu.

Jawabannya mudah. Saja, saya coba jelaskan, coba tempatkan "kecantikan" dan "uang" bersisian, dimana anda mencoba menukar kecantikan dengan uang: pihak A menyediakan kecantikan, dan pihak B membayar untuk itu, hal yg masuk akal. Tapi ada masalah disini, kecantikan anda akan menghilang, tapi uang saya tidak akan hilang tanpa ada alasan yang bagus. faktanya, pendapatan saya mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun, tapi anda tidak akan bertambah cantik tahun demi tahun.

Karena itu, dari sudut pandang ekonomi, saya adalah aset yang akan meningkat, dan anda adalah aset yang akan menyusut. bukan hanya penyusutan normal, tapi penyusutan eksponensial.

Jika hanya (kecantikan) itu aset anda, nilai anda akan sangat mengkhawatirkan 10 tahun mendatang. dari aturan yg kita gunakan di Wall Street, setiap pertukaran memiliki posisi, kencan dengan anda juga merupakan posisi tukar. jika nilai tukar turun, kita akan menjualnya dan adalah ide buruk untuk menyimpan dalam jangka lama, seperti pernikahan yang anda inginkan. Mungkin terdengar kasar, tapi untuk membuat keputusan bijaksana, setiap aset dengan nilai depresiasi besar akan dijual atau "disewakan." siapa saja dengan penghasilan tahunan $500rb, bukan orang bodoh, kami hanya berkencan dengan anda, tapi tidak akan menikahi anda.

Saya akan menyarankan agar anda lupakan saja untuk mencari cara menikahi orang kaya. lebih baik anda menjadikan diri anda orang kaya dengan pendapatan $500rb/tahun. ini kesempatan lebih bagus daripada mencari orang kaya bodoh. mudah2an balasan ini dapat membantu. jika anda tertarik untuk servis "sewa pinjam," hubungi saya.

TTD,
J.P.. Morgan _,_._,___

Read More......

Oct 29, 2008

Time is All We Have: 3 Ways to Increase Return on Investment

"Do not squander time for that is the stuff life is made of."- Benjamin Franklin

Return on investment (ROI) is a term you hear frequently, usually in relation to business and finance. The goal (obviously) is to maximize return on the money you invest. The implications of this concept go much deeper when you start to think of time as your primary investment rather than money. Everything you do is an investment of time. When you watch television, you’re making an investment in entertainment. If you watch a show that sucks, you’ve made a bad investment and receive a poor return for your time.

In many ways time is more valuable than money. You’ll always have the opportunity to make more money, but once time has been spent it’s gone forever. When you think of time as a commodity, and all of your actions as investments, it changes the way you approach every day decisions.

We spend time in many different ways: working, eating, sleep, exercise, entertainment, etc. All of these things are important. When we start investing too heavily in one area and not enough in another we create problems for ourselves. The key is investing our time in a manner that perfectly balances each of these areas and forms a productive and pleasurable life.

Deciding how to invest our time is a formidable task. Unlike business, there are no percentages or spreadsheets to reference. We have to rely on experience and intuition. I’m far from a master at this, but these are a few principals I use to guide my decision making.

1. Look for Multiple Positives
A multiple positive is an activity that generates a positive return in more than one area. These are great for ROI because they multiply returns and incur fewer losses. One of my best multiple positives is working on this website. It’s something that I find extremely entertaining, it contributes to a small (but steadily growing) stream of income, and it develops skills that I’ll be able to use the rest of my life like writing, web design, and networking.

Every individual will have different multiple positives, the important part is finding ones that work for you. A multiple positive for a software developer might be working on open source or a personal project. It can even be as simple as playing basketball, a fun game that’s also great exercise. The key to finding multiple positives is finding areas where different positive actions intersect. If I can find a way to get paid to eat delicious food I’ll be golden.

2. Avoid Multiple Negatives
Multiple negatives are the same as multiple positives, except the complete opposite. These are activities that detract from multiple areas of life. One of my favorite weaknesses is going out drinking. This hurts me in three ways: the time spent isn’t productive, drinks are expensive, and the effect of staying up late and being hungover usually ruins the following day. If I don’t have a good time, this is basically the worst possible scenario.

I’m not saying you should never go out and have a good time. To be happy we need socialization and excitement. My point is that we should always try to minimize the negative impact of our actions. I try to do this by minimizing the amount I drink and only going out when I know it will be enjoyable. Often we get caught in a pattern of poor investment. Over time, the benefits fade away and what remains is mostly negative, but we keep doing it out of habit. This can be avoided by periodically analyzing our behavior. Is it still a good investment, or is it time to make a change?

3. Utilize the Power of Compounding
I’m sure that everyone reading this understands the power of compound interest. When you invest money you earn interest. Then you start earning interest on the money you earned from interest. Over many years this continues to compound and eventually leads to a very large sum of money. The same concept applies to time. If you invest time by working hard when you’re young, you put yourself in a position to succeed that will continue compounding for the rest of your life. If you waste time when you’re young, you can’t make up for it later because you’ve lost the opportunity to utilize the power compounding.

Many people my age fail realize this, in fact I didn’t, or at least I didn’t act on it, until fairly recently. The primary reason is that we’re trapped in the childish mindset. As a child, your only responsibility is entertaining yourself. You needn’t worry about investing your time because Mommy and Daddy are there to take care of you and they’re usually happy as long as you stay out of trouble. These days many young adults ride the childish mindset straight through college.

After graduation we’re expected to adopt the adult mindset (and the responsibility of investing our time) instantaneously. A lot of people don’t get it, and every year they waste trying to extend the college days is an opportunity that can never be replaced.

Many people think their time isn’t valuable when they aren’t working, so they throw it away on activities that have a poor return on investment and don’t build for the future. The truth is, no one else is going to consider your time valuable until you do. If you want to acquire the wealth that will provide the freedom to live your ideal lifestyle, start thinking of every decision as an investment. Nothing is insignificant.

One mental model that can help you make better decisions is imagining that your life is a corporation and you’re the only employee. If you were the CEO of John Doe Incorporated, and were obliged to maximize profit on behalf of investors, what would you make yourself do? You’ll find that this sort of analysis simplifies many decisions and increases return on investment.

Source : http://www.pickthebrain.com/blog/time-is-all-we-have-3-ways-to-increase-return-on-investment/

Read More......

Jan 6, 2008

Strategi Melakukan Investasi

Ada banyak cara melakukan investasi. Tapi sebelumnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Pahami Kondisi Keuangan

Sebelum melakukan investasi, Anda harus benar-benar memahami kondisi keuangan pribadi. Bukan hanya kondisi keuangan saat ini, tapi juga kondisi keuangan, sumber penghasilan, jumlah tanggungan, dan gaya hidup Anda di masa depan. Kalkulasikan secermat mungkin, hingga Anda dapat menentukan besarnya dana yang bisa diinvestasikan.
2. Tujuan Investasi

Setelah mengetahui kondisi kocek pribadi, tentukan apa tujuan investasi Anda. Untuk menggandakan dana, untuk jaminan hari tua, atau sekedar menyimpan uang agar aman. Untuk tujuan hari tua, misalnya, investasi bisa diarahkan pada sebuah produk yang menghasilkan tingkat pengembalian yang lumayan dalam jangkan panjang, seperti dana pensiun atau deposito.
3. Sisa Waktu yang Dimiliki

Bila sudah menentukan tujuan investasi, Anda perlu memperhitungkan berapa lama investasi tersebut berjalan. Hal ini tentu harus disesuaikan dengan usia Anda saat ini. Jika sisa waktu terbatas, sebaiknya Anda memilih produk investasi yang lebih agresif.
4. Tingkat Risiko

Setiap jenis investasi mengandung risiko. Tapi hal itu sangat tergantung dari sisi mana Anda melihatnya, karena setiap orang mempunyai pandangan berbeda terhadap sebuah masalah. Oleh sebab itu, yakinkan Anda mengetahui batas-batas kemampuan diri.
Setelah memahami dan yakin akan itu semua, barulah Anda bisa menentukan sarana dan cara investasi yang tepat.

Read More......

Investasi Apa yang Cocok untuk Anda?

Ada banyak produk investasi yang baik dan menarik untuk diikuti. Tapi, produk apa yang benar-benar cocok untuk Anda?
Tabungan
  • Tak terbatas waktu dan tempat. Anda bisa menyimpan uang dan mengambilnya kapan saja, dimana saja.
  • Jumlah uang yang disimpan dijamin utuh, bahkan mendapat bunga.
  • Jumlah penyertaan awal relatif kecil.
  • Cocok untuk investasi harian atau jangka pendek
Deposito
  • Relatif terbatas. Anda hanya bisa menyimpannya sekali untuk satu rekening dan hanya bisa mengambilnya pda waktu yang ditentukan.
  • Jumlah uang yang disimpan dijamin utuh, bahkan mendapat bunga yang lebih tinggi.
  • Jumlah penyertaan awal relatif lebih besar.
  • Cocok untuk investasi jangka panjang atau dana pensiun.
Valuta Asing (Valas)
  • Tak terbatas waktu dan tempat. Anda bisa membeli valas dan menjualnya kapan saja.
  • Bisa disimpan dalam bentuk tabungan atau deposito dengan jaminan dana utuh dan bunga menarik.
  • Memberi peluang mengeruk keuntungan yang lebih besar, bila dibeli ketika nilai rupiah rendah dan dijual ketika nilai rupiah tinggi.
  • Nilainya cenderung berfluktuasi, karena RI menerapkan sistem devisa bebas.
  • Cocok bagi yang ingin mencari keuntungan, dan yang berurusan dengan luar negeri.
Emas
  • Tak terbatas waktu dan tempat. Anda bisa membeli dan menjualnya kapan saja.
  • Bisa digunakan sebagai perhiasan (aksesori).
  • Nilainya (harga) relatif stabil.
  • Tak mendapat bunga walau disimpan bertahun-tahun.
  • Beratnya (kadar) bisa menyusut karena gesekan.
  • Tidak bisa digunakan sebagai alat transaksi sehari-hari.
  • Cocok bagi yang berjiwa konvensional, atau yang nggan ke bank.
Properti (Tanah dan Bangunan)
  • Bisa beli atau dijual kapan saja, tergantung kemampuan dana.
  • Relatif aman, kecuali terjadi kebakaran atau bencana alam.
  • Harga jualnya cenderung naik, terutama bila terjadi inflasi.
  • Harus punya banyak uang untuk membelinya.
  • Sulit dijual bila inflasi (dayabeli) menurun.
  • Cocok bagi yang punya dana berlebih.
Saham
  • Terbatas pada tempat (secara resmi). Harus dilakukan di Bursa Efek.
  • Bisa dilakukan secara periodik atau cukup sekali.
  • Memberi peluang mengeruk keuntungan yang sangat besar.
  • Harganya berfluktuasi, tergantung sentimen pasar.
  • Resiko tinggi, harus siap rugi besar.
  • Cocok untuk yang berjiwa petualang.
Reksadana
  • Gabungan antara tabungan, saham dan obligasi dengan risiko yang diminimalkan.
  • Terbatas pada tempat (secara resmi). Harus dibeli atau dijual pada satu tempat.
  • Bisa dilakukan secara periodik atau cukup sekali.
  • Memberi peluang mengeruk keuntungan yang besar, meski tak sebesar bermain saham.
  • Cocok bagi investor yang ingin mendapatkan hasil tinggi dengan resiko rendah

Read More......